Dia datang
Tiba – Tiba saja, Tanpa SMS
Sepertinya marah,
Meninggalkan jejak – jejak dalam ditanah
Genteng kamarku berkata : “sentuhannya kasar sekali”
Tanah pun merasa tertampar akibat velocity maksimum.
Tadi, Matahari berbincang dengan uap evaporasinya
Matahari : Hujan marah pada awan
Uap : dia pun kecewa pada cuaca
Mereka : Dia terpaksa bercerai dengan awan
Aku : Awan memperistri calon hujan baru.
Kami : Kasihan hujan…
Kini,
uapnya sedang ke atas,
Menuntut balas atas dendamnya..
Lalu dia akan turun lagi, semoga dengan BAHAGIA
-Pipink, sang kekasih Hujan-
